Jumat, 22 Mei 2009

Anda Bodoh karena Terus Merokok

Anda Bodoh karena Terus Merokok!


Fungsi memori/daya ingat dan daya pikir para perokok secara perlahan semakin
memburuk

Jika Anda tetap "bodoh" karena terus merokok --tidak seperti 24 juta pria lain yang
telah berhenti merokok selewat usia 30 tahun-- Anda akan benar-benar bodoh pada
akhirnya.

Bukan kabar burung, tapi riset terbaru menunjukkan: kemampuan kognitif para perokok
terus merosot seiring bertambahnya usia.

Fungsi memori/daya ingat dan daya pikir Anda secara perlahan semakin memburuk. Anda
sulit mengingat jangka pendek dan mempelajari hal-hal baru, gangguan berbicara
(sulit menyebut nama benda dan mencari kata-kata untuk diucapkan), keliru mengenali
tempat-waktu-orang, sulit menghitung, tidak bisa membuat rencana, mengatur kegiatan,
mengambil keputusan, dan sebagainya.

Kemunduran fungsi kognitif itu nantinya terjadi menjelang usia 40 hingga
pertengahan.

Kesimpulan ini didasarkan riset di Skotlandia terhadap 465 orang yang secara
sukarela menjalani test IQ pada tahun 1947. Saat itu, usia mereka 11 tahun-an. Pada
tahun 2000-2002, para peserta yang sebagian besar perokok ini, kembali menjalani
test IQ.

Dan hasilnya?

"Kemampuan kognitif para perokok benar-benar buruk pada lima ujian kognitif yang
berbeda. Hal ini tidak terjadi pada peserta yang tidak merokok, dan yang sudah
berhenti merokok," tulis mingguan Inggris New Scientist.

Bahkan ketika faktor sosial dan kesehatan seperti pendidikan, pekerjaan dan konsumsi
alkohol turut diperhitungkan, merokok tetap muncul sebagai faktor utama yang
mengakibatkan kemerosotan kemampuan kognitif seseorang.

Pertanyaannya, mengapa rokok mengakibatkan kemunduran daya ingat dan daya pikir
seseorang?

Salah satu kemungkinannya adalah semakin lama sel-sel otak kita semakin rentan
terhadap ribuan komponen kimia yang bersifat racun dan oksidatif dalam asap rokok
yang dikenal sebagai radikal bebas.

Bahaya merokok sudah lama diungkapkan ada hubungannya dengan radikal bebas. Radikal
bebas dibuat secara normal di dalam proses metabolisme tubuh, dan juga bisa berasal
dari luar tubuh seperti sinar ultraviolet, sinar X dan radiasi lainnya, panas,
merokok, alkohol, dan sejumlah polutan.

Sementara kita tidak bisa menghentikan tubuh dalam memproduksi radikal bebas, kita
bisa mencegah tubuh kita kemasukan radikal bebas dari luar. Dengan kata lain,
hentikan merokok atau menjadi perokok pasif yaitu dengan tidak menghisap asap rokok
orang lain.

Di dalam percobaan laboratorium, radikal bebas mengganggu dan benar-benar merusak
struktur sel yang penting seperti dinding sel dan gen di dalam sel. Akibatnya, orang
yang memiliki sel yang rusak itu berisiko lebih tinggi untuk terkena kanker,
penyakit jantung, katarak, dan beberapa penyakit syaraf. Anda mau? (zrp)

Tidak ada komentar: